Senin, 27 Juli 2015

Bakar Sate Masih Pakai Kipas Bambu

KOMPLET: Nasi, sate, dan gule
MENCARI sate dan gule kambing di Surabaya, Anda tentu ke Surabaya utara. Di kawasan Ampel dan sekitarnya tak susah kedai yang menjual daging kambing yang dimasak sate ataupun gule.

Namun, kalau Anda lagi ingin makan sate dan tengah jauh dari Ampel? Ada solusinya.

Sebuah warung sate dan gule ada di pinggir Jalan Ahmad Yani, Surabaya, yang sudah dekat pintu keluar kota. Rasanya tak jauh dengan sate dan gule di Surabaya utara.

Satenya pun dibakar matang. Memakai kipas dari bambu bukan dengan kipas angin seperti biasanya sekarang penjual sate lakukan untuk mematangkan daging sate yang ditusuk.

Harganya, satu porsi yang terdiri dari 10 tusuk dibanderol Rp 37.000. Sementara, gulenya lebih mahal yakni Rp 45.000.

Sebenarnya, selain sate kambing dan gule kambing, warung yang dibeni nama Temu Roso tersebut juga menjual sate ayam dan sapi. Ada juga tongseng dan sop iga sapi.


LOKASI
Warung Temu Roso ada di pinggir Jalan Ahmad Yani Surabaya. Jalan tersebut menjadi pintu masuk dan keluar Kota Pahlawan, julukan Surabaya.
Temu Roso ada di barat jalan atau jalan menuju ke luar Surabaya. Persisnya ada di selatan sebuah mini market.

Warungnya didominasi warna kuning. Anda pun bisa makan di tempat karena ada tiga meja yang lumayan besar. (*)
KUNING: Berada di akses keluar Surabaya

Pakai Sendok Saja Sudah Patah

SERASI: Paduan kikil dan lontong
DAGING kaki sapi biasanya sangat alot. Bahkan, meski sudah dimasak, kita pun harus berjuang untuk bisa memakannya.

Tapi, itu tak terjadi jika kita makan di Kikil Aloha. Kerasnya daging sapi seolah tak ada lagi.

Bahkan, dengan sendok pun, kikil bisa langsung terbagi. Itu terjadi pada semua daging sapi yang hendak kita santap.

Kuahnya Kikil Sapi Aloha pun juga tak terlalu berlemah. Jika disrup seperti sup.

Kalau mau kenyang, Anda bisa menambah lontong. Empuk dan sangat enak dengan paduan kikil.

Harga satu porsi kikil hanya Rp 16.000. Lontong tambahan satu mangkok Rp 3.000.


LOKASI
Seperti namanya, Kikil Sapi Aloha berada di dekat Bundaran atau POM bensin Aloha, Gedangan, Sidarjo. Persisnya ada di sebelah baratnya atau berada di kawasan para penjual di sana.

Dari pinggir jalan Sidoarjo ke Surabaya, jika melintas di Bundaran Aloha terlihat gerobaknya yang berwarna pink. Dulunya, Kikil Sapi Aloha berada di sebalah utaranya sekitar 10 meter.

Tapi, sejak lima tahun terakhir, posisinya bergeser. Ini disebabkan lahan kosong yang ditempati dipakai untuk showroom sebuah produk mobil luar negeri.

Dibandingkan tempat penjual kikil sapi di sekitarnya, lokasi Kikip Sapi Aloha lebih kecil. Tapi, tetap bisa menanpung 10 orang pembeli. (*)
GESER: Ada di dekat Bundaran Aloha

Jumat, 24 Juli 2015

Mie dan Daging Ayamnya Empuk

Tambahan pentol
Kadang rela antre duduk
SETIAP penjual mie ayam sering menuliskan Solo. Mengapa? Karena mie ayam dari kota tersebut memang dikenal enak.

Tapi, itu memang tak salah. Depot mie ayam Tunggalrasa contohnya.

Di kawasan Ketintang, Surabaya, depot ini menjadi jujugan para penggila mie ayam. Tentu ini disebabkan karena nikmatnya mie ayam di tempat tersebut.

Mienya sangat empuk dan mudah diseruput. Potongan dagingnya juga tak terlalu manis maupun pedas.

Harganya pun sangat terjangkau. Satu mangkok mie ayam di Tunggalrasa dihargai Rp 8.000.

Kalau Anda mau menambahkan pentol bakso, tambahannya pun hanya 1.000. Biasanya, jika menambahnya, sang penjual akan memberi dua pentol.

LOKASI:
Depot mie ayam Tunggalrasa berada di Ketintang, Gayungan, Surabaya. Dulu, lokasinya dekat pintu masuk sebuah sekolah swasta.

Kini, lokasinya pindah. Hanya tak jauh karena bergeser sekitar tak sampai 50 meter.

Di dalamnya bisa menampung hingga 20-an orang. Hanya, kalau akhir pekan, para pembeli harus rela antre duduk. (*)

Petisnya Lebih Kental dan Hitam

Tahu tek Yadi yang klasik
TAHU tek mudah sekali ditemukan di Surabaya dan sekitarnya. Tapi, mencari rasa tahu tek yang klasik susahnya bukan main.

Kalau itu terjadi pada Anda, datanglah ke sebuah penjual tahu tek di sebuah pinggir jalan di Bebekan, Sepanjang, Sidoarjo. Racikan Yadi, begitu penjualnya disapa, berbeda dengan tahu tek-tahu tek yang lain.

Pengalaman yang hampir 45 tahun berjualan membuat rasa petisnya sangat terasa karena kekentalannya. Sekarang, di para penjual yang mayoritas masih muda usia, petis di tahu tek sangat encer.

Tahunya pun digoreng dengan matang. Kerupuknya pun juga sangat spesial.

Harganya pun sangat terjangkau, Rp 8.000. Kalau Anda tambah telor, tinggal merogok kocek menjadi Rp 11.00.

LOKASI:
Sebelumnya, Yadi, yang kini berusia 61 tahun, jualan berkeliling hingga radius 3 kilometer di kawasan Sepanjang, Surabaya. Dia menjajakan tahu teknya dengan dijinjing.

Tapi, seiring usia yang terus merangkak naik, Yadi pun mulai memakai gerobak. Dia pun membuka stan di pinggir jalan di dekat pintu kereta api Bebekan, Sepanjang.

Di belakang gerobaknya, Yadi menggelar tikar.Tujuannya agar pembelinya bisa lesehan sambil merasakan tahu teknya yang khas.

Setiap hari tahu tek Yadi buka mulai pukul 18.00 WIB hingga 03.00. Tapi, jarang sekali dia sampai pukul 03.00 WIB karena sudah habis sebelum waktunya. (*)
Yadi bersama gerobak tahu teknya

Kamis, 23 Juli 2015

Tak Semanis Gudeg Jogja

Tempatnya cukup luas
Sudah ada daging ayam dan telor
GUDEG dikenal sebagai makanan khas Jogjakarta. Tapi, di Surabaya ada juga warung yang menawarkan masakannya dari nangka muda plus santan tersebut.

Bahkan, warung itu pun dengan berani menuliskan Warung Gudeg Suroboyo. Tentu untuk membedakannya diberi tambahan nama si penjual, MbahTris.

Memang, dibandingkan gudeg Jogja, gudeg Kota Pahlawan, julukan Surabaya, ada perbedaan. Penjual di Warung Mbah Tris menerangkan bahwa gudeg masakannya tidak terlalu manis.

Bahkan, tambahan sambal dan cabe diberikan dalam setiap pembelinya. Namun, itu tetap tak mengurangi kenikmatan makan gudeg.

Satu piring di Warung Gudeg Suroboyo MbahTris dihargai Rp 15.000. Itu sudah ada lauk daging paha ayam dan telor bulat.

Harga ini lebih murah dibandingkan warung gudeg di Surabaya lainnya. Mereka rata-rata menjual hingga tembus Rp 30.000 lebih..


LOKASI:
Warung Gudeg Suroboyo Mbah Tris terletak di kawasan Ketintang Selatan. Persis di arah selatan Samsat Surabaya Selatan. Kurang lebih jaraknya hanya sekitar 100 meter.

Tempatnya cukup nyaman. Areanya luas dan bisa menampung hingga 20-an pembeli.

Meski menu gudeg yang dijadikan komoditi andalan, tapi di Warung Gudeg Suroboyo Mbah Tris juga menjual soto. Hanya, dari sisi rasa, gudegnya tetap lebih lezat sehingga banyak diburu pembeli. (*)

Sensasi Makan dengan Deru Suara Motor dan Mobil

Buka hingga dini hari
Rawon di Warung Siluman
MAKAN di sebuah ruangan hal yang lazim. Ada kursi, meja, dan menu yang dipilih siap datang.

Namun, makan di Warung Siluman punya sensasi lain. Anda akan makan rawon dan pecel di pinggir jalan pas, tepat motor dan mobil berseliweran.

Tapi, Anda tak perlu takut tertabrak. Pemilik warung sudah melindungi pembelinya dengan stannya yang di depan.

Bahkan, Anda pun bakal betah dan berlama-lama di Warung Siluman. Bukan hanya sensasi motor dan mobil yang lewat persis di samping Anda, tapi juga karena kelezatan masakan, khususnya rawonnya.

Bahkan, dibandingkan dengan rawon-rawon yang disebut-sebut sebagai ikon Surabaya, rasanya rawon di Warung Siluman tak kalah. Kuahnya yang hitam gelap dan daging sapi yang utuh membuat siapa pun yang pernah merasakan bakal datang kembali.

Harga setiap satu piring rawon plus nasi hanya Rp 9.000. Jika lauk kurang, Anda bisa menambah daging ayam, telor goreng, ataupun telor asing.

Nama Siluman sendiri ternyata punya makna. Bukan Siluman yang bisa menghilang usai melakukan amksinya.

Si diambil dari sang penjual, seorang perempuan yang usianya sudah di atas 50 tahun. Lu artinya lumayan dan Man adalah mantap. Jika diartikanya bisa jadi masakan Si lumayan mantap. Dan itu memang benar adanya.

LOKASI:
Warung Siluman ada di kawasan Ketintang, Surabaya. Atau tepatnya di depan kantor Telkom, Surabaya.

Lokasinya ada di utara jalan. Warung Siluman satu-satunya pedagang yang berjualan pas di pinggir jalan. Setiap hari, Rawon Siluman buka mulai pukul 17.00 WIB hingga 04.00 WIB dini hari. (*)

Selasa, 21 Juli 2015

Kalau di Sragen, Sempatkan Makan Soto

Salah satu cabang Gimo Group
Mangkok kecil yang gugah seleras
TIAP daerah punya kuliner khas. Lamongan boleh mengklaim sebagai Kota Soto.

Tapi, ada juga daerah yang bisa berkoar lebih nyaring menyebut daerahnya sebagai kota dengan masakan berkuah tersebut. Mana itu? Sragen jawabannya.

Daerah paling timur di Jawa Tengah itu dikenal dengan warung-warung Soto yang lezat. Menariknya, ada sebuah keluarga yang mempunyai warung soto tersebar di berbagai penjuru Kota Sukowati, julukan Sragen. Keluarga itu dikenal dengan nama S. Gimo sehingga menamainya dengan Gimo Group.

Dari berbagai tempat yang ada, penulis berkesempatan makan pagi di Warung Soto Daging Sapi Pak Wardi yang berada di dekat tugu batas kota Sragen di wilayah Gambiran. Memang,semua soto yang masuk Gimo Group rasanya hampir sama, lezat.

Rasa kaldunya langsung terasa di seruputan pertama. Daging sapi meski tak banyak sudah cukup menjadi lauk di semangkok kecil soto. Di dalam mangkok juga terdapat kecambah plus bawang goreng.Kalau lauknya kurang, bisa tambah babat ataupun paru.

Semangkok kecil soto di Gimo Group dijual Rp 6.000. Kalau usai melakukan perjalanan jauh, satu pasti kurang.

LOKASI
Gimo Group punya banyak cabang di Sragen. Mulai dari pinggir-pinggir hingga di tengah kota di kawasan Kauman.

Semuanya mempunyai tempat yang luas untuk makan. Jika Anda sudah masuk di Sragen, jangan lupa makan soto. Semangkok kecil bisa menjadi pengobat lapar dengan rasa yang bisa membuat ketagihan. (*)


Matahari Lezat dari Kota Solo

Sup matahari dapat dua jempol
SOLO dikenal sebagai salah satu surga kuliner. Makanan yang ada di Kota Bengawan, julukan Solo, susah untuk ditemukan di lain daerahnya. Bukan hanya jenisnya tapi juga rasa.

Sup matahari misalnya. Penulis belum pernah menemukan di kota lain yang menyajikan menu spesial ini.

Namun, di Solo, tak akan susah menemukan warung yang menjual sup matahari sebagai komoditi utama dagangannya untuk menarik pembeli.

Salah satunya Warung Sup Sriwedari. Sup matahari di sini, rasanya layak dapat dua jempol.

Supnya tak asin dan rasa daging ayamnya terasa. Begitu juga adonan telor dan worter di mataharinya.

Harganya pun sangat terjangkau. Sup matahari di Warung Sup Matahari dibanderol Rp 9 ribu.

Selain sup matahari, warung yang sekarang berada di Jalan Kebangkitan Nasional, Solo, itu juga menawarkan beberapa masakan khas Kota Berseri, julukan yang pernah disandang Solo, yakni selat maupun tahu acara.

LOKASI:
Dulunya, Warung Sup Sriwedari berada di sekitar Stadion Sriwedari. Namun, sejak enam tahun lalu, warung tersebut pindah di kawasan Bumi,Laweyan.

Jaraknya dengan Stadion Sriwedari tak terlalu jauh. Sekitar 2 kilometer.

Tempat sekarang lebih luas dan bersih. Pengunjung bisa tenang saat menyantap pesanan tanpa takut berkeringat. Area parkir juga tak menganggu pengguna jalan. (*)
Lokasinya tetap tak jauh dari Sriwedari