Senin, 15 Juni 2015

Sambelan, Ya ke Mak Yeye

MENYEBUT  destinasi kuliner di Surabaya nama Mak Yeye tak pernah dilupa. Bahkan, tempat yang menjual penyetan (sambelan) tersebut menjadi prioritas utama.

Berdiri sejak 1992, kini Mak Yeye melayani ratusan orang setiap hari. Dengan menu utama ikan pe (ikan pari) dan tempe, setiap hari ibu yani, nama asli Mak Yeye,setiap hari habis 100 kilogram beras. Jumlah itu bertambah menjadi 150 kilogram pada Sabtu malam.

Itu sudah menjadi jaminan Mak Yeye menjadi buruan dari penggila kuliner, khususnya penyetan. Padahal, menu yang dijual hampir sama dengan penjual penyetan lain.

Hanya, sambal Mak Yeye punya kekhasan. Sambalnya masih ada biji yang menjadi sensasi tersendiri.

Nasinya pun selalu panas meski tak disimpan di magicjar. Anda pun dijamin berkeringat di malam hari.

Sambal yang memerah
Ya, Mak Yeye buka mulai pukul 22.00 WIB hingga adzan Subuh berkumandang. Ini lebih maju dua jam dibandingkan sebelumnya yang buka pukul 00.00 WIB

Selain ikan pe dan tempe, lauk yang disediakan adalah telor goreng. Satu piring nasi penyet pe dan tempe dijual Rp 10.000.

Untuk Anda yang baru pertama ke Mak Yeye, kesabaran Anda diuji. Antre hingga 15 menit menjadi tantangan yang membuat sensasi tersendiri sebelum merasakan pedasnya sambal Mak Yeye.


LOKASI:
Antrean untuk dapat sepiring sambelan
Sambelan Mak Yeye berada di sebelah utara Pasar Wonokromo. Dari arah Surabaya, Anda harus belok setelah Pasar Wonokromo atau sekarang juga dikenal dengan Darmo Trade Center (DTC). Setelah melewati Stasium Wonokromo, Anda belok kiri.

Anda bisa makan dengam piring di meja. Bisa juga dengan lesehan.

Sekarang, banyak tersedia lesehan. Dulu pembeli hanya bisa makan di depan Mak Yeye atau bergeser ke samping tempat penjual minuman. (*)

0 comments:

Posting Komentar